Humas Skanja
Humas Skanja
Online
Halo 👋
Ada yang bisa dibantu?

Wujudkan Ketertiban dan Keselamatan, SMKN Jambu Gandeng Satlantas Polres Semarang Gelar Edukasi Lalu Lintas serta Patroli Knalpot Brong

 



JAMBU — Dalam upaya membangun kesadaran disiplin berlalu lintas dan menjaga kondusivitas lingkungan belajar serta masyarakat sekitar, SMK Negeri Jambu bekerja sama dengan jajaran Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Semarang yang di bantu oleh siswa siswi organisasi FKS (Forum Keselamatan Sekolah) menyelenggarakan kegiatan sosialisasi kepolisian dan penertiban kendaraan pada Selasa (11/8/2026).

Kegiatan yang mengusung tema "Edukasi Keselamatan dan Patroli Knalpot Brong" ini berlangsung dari pukul 10.00 hingga 12.00 WIB. Bertempat di dua titik utama sekolah, yakni Aula SMKN Jambu untuk sesi penerimaan materi dan Halaman Sekolah untuk pemeriksaan fisik kendaraan, acara ini diikuti secara antusias oleh sekitar 1.500 siswa-siswi yang terdiri dari seluruh tingkatan kelas X, XI, hingga XII.

Hadir langsung sebagai narasumber utama dalam kegiatan ini adalah Aiptu Eny beserta tim jajaran dari Satlantas Polres Semarang. Dalam pemaparannya, Aiptu Eny menekankan betapa krusialnya pemahaman keselamatan berkendara (safety riding) bagi kalangan pelajar. Menurutnya, usia remaja merupakan kelompok rentan terjadinya kecelakaan lalu lintas akibat kurangnya kepatuhan terhadap aturan serta tingginya dorongan emosional saat berkendara.

"Ketertiban dan keselamatan di jalan raya bukanlah sekadar kewajiban hukum, melainkan bentuk kepedulian terhadap keselamatan diri sendiri dan pengguna jalan lainnya," tegas Aiptu Eny di hadapan ribuan peserta didik yang memadati aula.

Selain mengulas etika berkendara dan aturan tata tertib lalu lintas, tim Satlantas Polres Semarang juga memberikan imbauan khusus terkait penggunaan media sosial. Para siswa diingatkan untuk selalu bijak dalam memanfaatkan media digital. Pelajar diharapkan tidak terpengaruh oleh konten provokatif, tren berkendara berbahaya yang kerap dipamerkan di jejaring sosial, maupun penyebaran informasi yang belum pasti kebenarannya demi menjaga keselamatan diri dan keharmonisan pergaulan.

Setelah sesi penyampaian materi edukatif di aula selesai, kegiatan dilanjutkan dengan aksi pemeriksaan dan patroli kendaraan di halaman sekolah. Fokus utama petugas adalah melakukan penertiban terhadap sepeda motor milik siswa yang tidak sesuai standar teknis, terutama penggunaan knalpot tidak standar (knalpot brong) yang dinilai sangat mengganggu kenyamanan masyarakat akibat polusi suara.

Dari pelaksanaan kegiatan tersebut, diperoleh beberapa hasil dan dampak positif, antara lain:

  1. Peningkatan Pemahaman: Siswa-siswi SMKN Jambu mendapatkan wawasan mendalam mengenai pentingnya melengkapi kelengkapan berkendara serta mematuhi peraturan lalu lintas demi menekan angka kecelakaan.

  2. Kesadaran Kolektif: Terbangunnya kesadaran moral di kalangan peserta didik bahwa ketertiban berkendara bukan hanya untuk kepentingan pribadi, melainkan demi kenyamanan dan keselamatan masyarakat umum di sekitar mereka.

  3. Penertiban Fisik: Beberapa kendaraan siswa yang terjaring menggunakan knalpot brong langsung didata oleh petugas dan pihak sekolah untuk selanjutnya diwajibkan diganti kembali (distandarkan) sesuai spesifikasi pabrik yang berlaku.

Melalui sinergi antara edukasi preventif dan penertiban langsung ini, SMK Negeri Jambu berkomitmen untuk terus menciptakan lingkungan sekolah yang tertib, aman, dan berkarakter, serta melahirkan generasi muda yang taat hukum di jalan raya.

Penulis : Jurnalis SKANJA

Berbagi

Posting Komentar