Humas Skanja
Humas Skanja
Online
Halo 👋
Ada yang bisa dibantu?

Cegah Gangguan Mental Sejak Dini, Balkesmas Ambarawa dan DPRD Jateng Gelar Skrining Kesehatan Jiwa di SMKN Jambu

 

JAMBU — Kesehatan merupakan kondisi menyeluruh yang mencakup fisik, jiwa, dan sosial yang saling berkaitan untuk mendukung kehidupan yang produktif. Namun, masalah kesehatan mental di kalangan remaja kini menjadi perhatian serius. Menanggapi hal tersebut, Balkesmas Ambarawa bekerja sama dengan Anggota Komisi E DPRD Provinsi Jawa Tengah menggelar kegiatan sosialisasi dan inisiasi skrining deteksi dini kesehatan jiwa bagi para pelajar di SMK Negeri Jambu pada Rabu, 22 Juli 2026.

Acara yang berlangsung selama tiga jam tersebut dipandu oleh Epit Asriningtysa, AMK, serta diikuti oleh 100 siswa-siswi SMK Negeri Jambu dengan penuh antusias. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya pencegahan dan pengendalian masalah kesehatan jiwa masyarakat di wilayah kerja Balkesmas Ambarawa.

Latar belakang dilaksanakannya kegiatan ini merujuk pada fakta bahwa masalah kesehatan jiwa dapat menyerang semua kelompok usia. Sekitar 50% gangguan jiwa sebenarnya mulai muncul sejak usia 14 tahun, namun sayangnya sebagian besar tidak terdeteksi secara dini. Oleh karena itu, edukasi dan skrining sejak level sekolah menengah menjadi krusial untuk mengenali tanda serta gejala awal gangguan jiwa.

Hadir sebagai pemateri pertama, Anggota Komisi E DPRD Provinsi Jawa Tengah, Bagus Suryokusumo, S.Pd., menekankan pentingnya kesadaran terhadap kesehatan mental remaja di tengah berbagai tekanan sosial maupun akademis. Dalam paparannya, beliau menyampaikan pesan kunci bagi para siswa agar tidak ragu mencari bantuan medis.

"Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal menunjukkan tanda-tanda depresi berat atau pikiran untuk menyakiti diri sendiri, segera hubungi profesional kesehatan mental seperti psikolog atau psikiater, maupun layanan tanggap darurat terdekat," tegas Bagus Suryokusumo.

Sementara itu, pemateri kedua dari Anggota Komisi E DPRD Provinsi Jawa Tengah, Hj. Ida Sumarwati, S.Pd., M.A.P., memberikan pemaparan mengenai dinamika emosi pada usia remaja. Beliau mengingatkan para peserta agar lebih bijak dan adaptif dalam mengelola gejolak emosi yang sedang dialami.

"Ingatlah bahwa perasaan intens—baik sedih, cemas, maupun marah—seperti gelombang yang akan naik lalu surut kembali. Suatu emosi tidak mendefinisikan siapa diri Anda secara permanen," tutur Hj. Ida Sumarwati menenangkan para peserta.

Melalui rangkaian kegiatan ini, selain mendapatkan materi edukasi, para peserta juga mengikuti tahap awal inisiasi skrining kesehatan jiwa. Langkah ini diharapkan dapat memetakan kondisi psikologis siswa secara dini sehingga penanganan tepat dapat segera diberikan jika ditemukan indikasi masalah kesehatan mental.

Secara keseluruhan, kegiatan sosialisasi ini berjalan lancar dan interaktif. Balkesmas Ambarawa bersama DPRD Provinsi Jawa Tengah berharap edukasi ini mampu mengikis stigma negatif terkait kesehatan jiwa di lingkungan sekolah, serta mendorong terciptanya generasi muda yang tangguh, sehat secara fisik, dan matang secara mental.

Penulis : Jurnalis SKANJA

Berbagi

Posting Komentar